Apa Itu Detak Jantung Istirahat (RHR)?
Resting Heart Rate (RHR) atau Detak Jantung Saat Istirahat adalah jumlah detak jantung Anda per menit saat tubuh berada dalam kondisi benar-benar rileks, biasanya saat Anda baru bangun tidur di pagi hari sebelum melakukan aktivitas apa pun.
RHR merupakan salah satu indikator penting dari kesehatan jantung dan kebugaran fisik. Umumnya:
- RHR normal untuk orang dewasa: 60-100 denyut per menit (bpm)
- Atlet atau individu sangat fit bisa memiliki RHR di bawah 60 bpm, bahkan mendekati 40 bpm
Semakin rendah nilai RHR Anda (dalam batas normal), maka semakin baik kondisi kebugaran jantung Anda.
Bagaimana Cara Mengukur Detak Jantung Istirahat?
Ikuti langkah-langkah berikut untuk mengukur detak jantung istirahat dengan benar. Panduan visual di samping akan membantu Anda memahami setiap tahap dengan lebih mudah.
Lakukan pengukuran di pagi hari
Ukur setelah bangun tidur, sebelum minum kopi, olahraga, atau melakukan aktivitas lain.
Posisikan tubuh dalam keadaan tenang
Duduk santai atau tetap berbaring agar detak jantung berada pada kondisi istirahat.
Temukan denyut nadi
Gunakan dua atau tiga jari untuk meraba denyut nadi di pergelangan tangan atau leher.
Hitung denyut nadi
Hitung denyut nadi selama 30 detik dengan ritme yang stabil.
Kalikan 2 dan catat hasilnya
Kalikan hasil hitungan selama 30 detik dengan 2. Itulah nilai RHR Anda.

Temukan denyut nadi

Hitung 30 detik

Kalikan 2
Rumus Cepat RHR
Hitung 30 detik
Denyut x 2 = bpm
Contoh:
Jika dalam 30 detik terasa 36 denyut, maka 36 x 2 = 72 bpm.
Lakukan pengukuran saat tubuh benar-benar tenang agar hasil lebih akurat.
Kenapa RHR Penting?
- RHR yang terlalu tinggi bisa menjadi indikator stres, kurang tidur, dehidrasi, gangguan tiroid, atau masalah jantung.
- RHR yang konsisten rendah (pada orang yang tidak berolahraga) bisa menunjukkan adanya gangguan irama jantung (bradikardia).
- Mengukur dan memantau RHR secara rutin bisa membantu mendeteksi perubahan kondisi kesehatan sejak dini.